Dengan berdirinya Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) pada tanggal 16 Februari 2006 oleh DR. Sutan Raja DL. Sitorus sebagai Pemrakarsa dan Pendiri utama dengan ketua Umum Amelia A. Yani putri ketiga Alm. Jendral A. Yani setelah mempelajari Visi dan Misi Partai Peduli Rakyat Nasional sangat sesuai dengan panggilan hati nurani saya untuk selalu peduli dengan orang lain tanpa membedakan suku, agama dan ras.

Saya teringat pada saat saya ditempatkan di Propinsi Jambi tahun 1973 sebagai Pegawai Negeri Sipil yang bertugas untuk mengurusi warga transmigrasi yang ditempatkan di Propinsi Jambi. Masyarakat Transmigran terdiri dari masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi dengan segala problem dan masalah yang mereka hadapi baik dari segi kesehatan, pendidikan dan sebagainya.

Tujuan penyelenggaraan transmigrasi adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat transmigran di segala segi, meningkatkan pembangunan di daerah transmigrasi, menciptakan lapangan pekerjaan di sektor pertanian, sektor perkebunan, pendidikan, kesehatan, dsb. Disamping itu adalah membantu pertahanan keamanan dengan pembukaan daerah transmigrasi di daerah-daerah perbatasan.

Selama bertugas menyiapkan pemukiman yaitu pembukaan hutan, pembuatan jalan penghubung, jalan poros, jalan desa, pembangunan rumah transmigran, fasilitas umum (kantor, rumah ibadah, Balai Pengobatan, balai desa , kantor proyek dan rumah petugas) dan menempatkan para transmigran.
Setelah transmigran tiba, maka dimulailah suatu era baru adanya kehidupan di tempat yang tadinya hutan belantara menjadi pemukiman baru dengan segala aktivitasnya. Sesuai dengan tuntutan kehidupan masyarakat maka harus dipikirkan masalah pendidikan, masalah kesehatan, karena tenaga guru dan perawat tidak ada, saya sebagai petugas tidak menyerah dengan kondosi tersebut maka saya menginventarisasi anak-anak transmigran yang sudah sekolah dari daerah asal dan mendata transmigran yang lulusan SMP untuk mengajar di SD dan tamat SMA untuk mengajar di SMP sambil menunggu tenaga yang ditempatkan pemerintah. Tempat sekolah digunakan Balai Desa, kantor, rumah ibadah, sambil menunggu dibangun gedung sekolah.

Selama 5 tahun kita lakukan pembinaan dan pada tahun ke-6 kita serahkan kepada pemerintah daerah untuk dilakukan pembinaan sebagaimana desa-desa yang ada.
Sejak diserahkan kepada pemerintah daerah maka status transmigran menjadi hilang dan status ex transmigran sama dengan desa dan penduduk setempat.

Dengan pembangunan dan penempatan transmigran di Propinsi Jambi, maka Propinsi Jambi mengalami kemajuan yang pesat baik dari segi sektor ekonomi, dan pertambahan penduduk sehingga daerah tingkat II dapat dimekarkan dari 6 menjadi 10 daerah tingkat II.

Delapan belas tahun kemudian saya terpanggil untuk kembali ke propinsi Jambi bersama masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui lembaga legislatif kalau mendapat dukungan dari masyarakat Jambi.

Mari kita merapatkan barisan untuk membangun Jambi di segala bidang dengan skala prioritas di bidang pendidikan karena kebodohan erat kaitannya dengan kemiskinan.
Kalau masyarakat Jambi sudah cerdas maka sumber daya alam yang ada di Jambi dapat dikelola dengan baik.