Partai Peduli Rakyat Indonesia didirikan sebagai wadah politik yang digunakan untuk menampung dan memperjuangkan berbagai aspirasi yang berkembang di masyarakat dalam membawa bangsa Indonesia keluar dari belenggu penderitaan dan ketidakadilan.
Potensi sosial dan budaya serta kekayaan sumberdaya alam yang melimpah yang tidak terkelola secara adil untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat dan bangsa Indonesia, menggugah kepedulian anak bangsa yang memiliki komitmen dan rasa cinta tanah air untuk terpanggil membebaskan rakyat Indonesia dari belenggu penderitaan dan ketidakadilan sebagai mana termuat dalam visi partai Rakyat bebas dari belenggu penderitaan dan ketidakadilan sedangkan Misi Partai Peduli Rakyat Nasional adalah meningkatkan Pendidikan Nasional dalam rangka mencerdaskan bangsa dan meningkatkan taraf hidup rakyat untuk mencapai masyarakat adil dan makmur.
Visi adalah suatu cita-cita atau keinginan yang akan dicapai atau diwujudkan melalui misi.
Tercapainya visi tidak seperti membalikkan tangan, tetapi malalui proses pelaksanaan kegiatan yang dicantumkan pada misi partai.
Misi Partai Peduli Rakyat Nasional adalah meningkatkan pendidikan nasional. Bahwa tingkat pendidikan suatu masyarakat sangat erat kaitannya dengan tingkat kesejahteraan/ kemiskinan dan keterbelakangan. Para pendiri Republik ini 64 tahun lalu telah menegaskan hak-hak sosial warga negara, terutama tentang ”tiap-tiap warga negara berhak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”. Berhak akan pekerjaan adalah suatu sikap imperatif menolak pengangguran, sedangkan ”penghidupan yang layak bagi kemanusiaan adalah suatu tekad mulia menghapuskan kemiskinan”.
Orang miskin tetap makin miskin meskipun memperoleh santunan Jaringan Pengaman Sosial (JPS) atau Bantuan Langsung Tunai (BLT), bantuan pangan, pengobatan dan sekolah gratis. Orang miskin tidak akan menjadi kaya karena santunan-santunan ini. Simiskin tetap miskin selama tidak bisa mendayagunakan kapasitas produktifnya selama dia tidak mendapat pekerjaan.
Budaya kita cenderung ikutnya pada orang, melamar pekerjaan atau mencari lowongan kerja, belum mengemban menciptakan kerja bagi diri sendiri atau bagi orang lain. Sejak awal kemerdekaan kita bertekad mencerdaskan kehidupan bangsa. Dari perkataannya jelas ”kehidupan”lah yang harus dicerdaskan bukan sekedar kemampuan otaknya.
Kehidupan yang cerdas menuntut kesadaran harga diri, harkat, dan martabat, kemandirian, tahan uji, pintar dan jujur berkemampuan kreatif, produktif dan emansifatif. Inilah yang dimaksudkan para pendiri Republik ini menempatkan manusia sebagai subjek bahwa pembangunan adalah pembangunan manusia seutuhnya.
Prof DR. Mabyarto pernah mengatakan ” pembangunan ekonomi yang membawakan pertumbuhan ekonomi tinggi telah menimbulkan persoalan-persoalan baru”. Bahwa saat ini telah terjadi kesenjangan ekonomi di Indonesia yang menumbuhkan kesenjangan sosial.
Kesenjangan sosial ini terlihat dari kelompok masyarakat kaya mulai risih bertetangga dengan kelompok masyarakat miskin. Sikaya memisahkan diri dan membangun pemukiman baru yang mewah dan membentuk ekslusivisme tersendiri termasuk sarana pendidikan yang ekslusif. Disintegrasi sosial mulai menempatkan diri melemahkan emansipasi sosial budaya.
Berlatar belakang dari kepribadian serta penderitaan yang ldialami rakyat sebagai krisis multidimensi yang berkepanjanan, kita semua dapat melihat dan meratakan apa yang terjadi dalam kehidupan bangsa dan negara pada kenyataannya lebih dinikmati oleh kalangan tertentu dibandingkan dengan yang dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.
Rakyat Indonesia sebahagian besar masih merasakan penderitaan baik itu di sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan dan penegakan hukum. Dari tahun ke tahun angka kemiskinan meningkat, pengangguran meningkat, anak-anak yang putus sekolah dari tahun ke tahun meningkat.
Secara kasat mata kita melihat secara langsung kondisi rakyat yang terpuruk seperti pengemis, pemulung, pengais sampah untuk mencari apa yang bisa dimakan, peminta-minta di persimpangan jalan, buruh kasar di pelabuhan, stasiun bus yang semuanya itu untuk mendapatkan sesuap nasi.
Kita juga melihat banyak petani yang menjadi buruh tani karena tidak memiliki lahan pertanian. Makin sempitnya lahan pertanian karena tiap tahun terjadi perubahan fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman, industri dan lain-lain. Pengiriman TKI keluar negeri tidak ditata secara baik sehingga mendatangkan penderitaan bagi beberapa orang TKI karena kurang mendapat perlakuan di tempat kerja. Upah/ gaji TKI asal Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan TKI dari negara lain karena negara Thailand, Philiphina mempersiapkan TKI-nya secara profesional.
Untuk mempertahankan hidup karena terbatasnya lapangan pekerjaan, maka banyak yang menjadi calo, pedagang kakilima, pedagang asongan, preman dsb, yang sewaktu-waktu dirazia atau dikejar-kejar oleh Satpol PP-tidak ada yang memperdulikan mereka dan inilah yang mendasari berbagai elemen masyarakat terpanggil untuk berpikir dan berjuang bersama rakyat bermitra dengan pemerintah dengan tujuan sama-sama menanggulangi krisis multidimensi. Untuk merealisasi niat dan tekad tersebut putra-putri bangsa terpanggil membentuk sebuah wadah yang bernama ”Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN)” yang beridiologi ”PANCASILA” dan harus menghayati dengan benar agar Persatuan dan Kesatuan bangsa tetap utuh sebagaimana dicita-citakan Pendiri bangsa ini.
Kehadiran Partai Peduli Rakyat Nasional dapat diharapkan menjawab tantangan-tantangan dan masalah-masalah krisis multidiminsi tersebut dan memberikan distribusi dalam membangun bangsa dan negara serta mempersembahkan pemimpin bangsa yang peduli rakyat sehingga apa yang diinginkan Pendiri bangsa dalam pembukaan UUD 1945 untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Apa yang dimaksud dengan Peduli rakyat ?
Peduli Rakyat adalah mendahulukan kepentingan rakyat banyak, memberikan mereka apa yang menjadi haknya.
Untuk itu maka ”MOTTO PPRN” Kami mendengar suara rakyat, kami memahami kesulitan rakyat, kami berbuat yang terbaik terbaik untuk rakyat ”
Reformasi memang telah memberikan kebebasan namun harus dibayar mahal dengan hilangnya rasa persaudaraan berganti dengan perasaan yang penuh kebencian, dendam, curiga, saling hujat, bertengkar satu sama lain, bahkan terkadang saling menyerang antar anak bangsa. Keterpurukan ini tidak lain adalah buah nafsu yang tidak terbendung yang tidak dapat dikendalikan .
- PPRN berazaskan ”Pancasila”
- PPRN memiliki ciri Persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak berorientasi kepada kekuasaan otoriter, PPRN menjunjung tinggi nilai-nilai kerakyatan, tegaknya demokrasi yang ditentukan oleh aspirasi rakyat sama sekali bukan asal mengatasnamakan rakyat.
Fungsi PPRN :
1) Sebagai wadah perjuangan dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia menuju masyarakat adil, makmur, demokratis dalam kehidupan berbangsa bernegara
2) Meningkatkan wawasan partisipasa politik rakyat dengan menjungjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa Indonesia
Tujuan PPRN :
1) Mewujudkan cita-cita luhur kemerdekaan Republik Indonesia sebagaimana telah dituangkan dalam pembukaan UUD Republik Indonesia 1945 ;
2) Mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan nasional agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat ;
3) Mempertebal semangat kebangsaan rasa nasionalisme untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia ;
4) Memajukan kesejahteraan rakyat melalui pengelolaan pemanfaatan sumberdaya alam yang merupakan anugrah Tuhan Yang Maha Esa secara adil bagi seluruh rakyat Indonesia ;
5) Berperan aktif dalam upaya penegakan hukum di Indonesia agar berpihak pada kepentingan bangsa Indonesia ;
6) Mewujudkan pola pembangunan system pemerintahan yang bersih, serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia ;
7) Membangun kemitraan global serta memperkuat daya saing bangsa di tingkat Internasional ;
8) Pembangunan Indonesia sebagai Negara Kepulauan Agraris yang merupakan satu kesatuan wawasan nusantara, kesatuan politik, hukum, ekonomi, sosial dan budaya, pertahanan keamanan.
- Gambar lambang berbentuk empat persegi panjang dengan bingkai garis hitam, warna dasar merah, didalamnya terdapat bulatan berwarna hitam, di dalam bulatan terlihat gambar mata angin, berbentuk delapan warna merah putih, di bawah bulatan hitam terdapat tulisan PARTAI PEDULI RAKYAT NASIONAL ;
- Arti warna pada lambang :
Lambang terdiri dari warna merah, putih, dan hitam :
1) Warna merah melambangkan gagah berani kesatria ;
2) Warna putih melambangkan kesucian, jujur dan bersih ;
3) Warna hitam melambangkan keagungan keteguhan ;
- Arti symbol pada lambang :
1) Bumi bulat melambangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia ;
2) Mata angin melambangkan PPRN memberikan keadilan kepada seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke ;
3) Warna hitam melambangkan keagungan keteguhan ;
4) Arti lambang secara keseluruhan adalah PPRN sebagai wadah perjuangan dalam mewujudkan cita-cita bangsa masyarakat Indonesia menuju masyarakat adil, makmur demokratis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta meningkatkan wawasan partisipasi politik rakyat dengan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

Tinggalkan komentar
Pengumpan komentar untuk artikel ini